Site map
العربية Български 中文 Čeština English Français Deutsch हिन्दी Bahasa Indonesia Italiano Bahasa Malay اردو Polski Português Română Русский Srpski Slovenský Español ไทย Nederlands Українська Vietnamese বাংলা Ўзбекча O'zbekcha Қазақша

Area Klien InstaForex

  • Pengaturan personal
  • Akses ke seluruh layanan InstaForex
  • Statistik lengkap dan laporan trading
  • Jangkauan penuh dari transaksi keuangan
  • Sistem pengelolaan beberapa akun
  • Perlindungan data maksimum

Area Partner InstaForex

  • Informasi lengkap tentang klien dan komisi
  • Statistik grafik terkait akun dan klik
  • Instrumen webmaster
  • Solusi web siap pakai dan banner ukuran besar
  • Tingkat perlindungan data yang tinggi
  • Berita perusahaan, RSS feeds, dan informan forex
Mendaftar Akun
Program Afiliasi
cabinet icon

Lamborghini lainnya dari InstaForex!Mungkin anda yang akan mendapatkan kuncinya!

Buat deposit sedikitnya $1.000 ke akun anda!

Dapatkan persyaratan trading terbaik dan penawaran bonus menarik! Kami telah menghadiahkan 6 mobil sport legendaris! Namun tidak berhenti sampai disana! Lamborgini Huracan model terbaru selanjutnya mungkin akan menjadi milik anda!

InstaForex – berinvestasi dalam kemenangan anda!

Pembukaan akun instan

Dapatkan surat untuk instruksi
toolbar icon

Platform Trading

Untuk ponsel

Untuk trading melalui browser

Surplus perdagangan barang Jerman meningkat pada bulan November ke level tertinggi dalam lima bulan sebab impor jatuh dengan tak terduga, dan ekspor turun, memberikan bukti perlambatan di negara terbesar zona euro tersebut. Surplus perdagangan yang tidak disesuaikan meningkat menjadi EUR 20,5 miliar dari EUR 18,9 miliar pada bulan Oktober, data awal dari Kantor Statistik Federal menunjukkan pada Rabu. Para ekonom telah memperkirakan surplus sebesar EUR 18,6 miliar. Surplus terkini merupakan yang terbesar sejak Juni, saat angka menunjukkan EUR 22 miliar. Dalam skala yang disesuaikan musiman dan kalender, surplus perdagangan naik menjadi EUR 19 miliar dari EUR 17,9 miliar pada bulan Oktober. Itu juga merupakan yang tertinggi sejak Juni. Pada bulan November, penurunan impor melebihi penurunan ekspor. Impor turun 1,6 persen yang disesuaikan musiman dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,8 persen pada bulan Oktober. Para ekonom telah memperkirakan impor tidak berubah. Pada skala yang tidak disesuaikan, impor meningkat 3,6 persen tahun ke tahun setelah lonjakan 10,8 persen pada Oktober. Ekspor merosot 0,4 persen bulan ke bulan yang disesuaikan musiman dan kalender menyusul kenaikan 0,9 persen pada Oktober. Para ekonom telah memperkirakan penurunan 0,5 persen. Penurunan terkini merupakan yang terbesar dalam empat bulan. Ekspor yang tidak disesuaikan tidak berubah dari bulan yang sama pada tahun lalu dan kenaikan 8,7 persen pada bulan Oktober. "Saat ini, nampaknya ada terlalu banyak krisis perdagangan global untuk dihadapi oleh sektor ekspor Jerman," ekonom ING Carsten Brzeski mengatakan. "Bahkan euro yang lemah hanya sedikit berperan mengangkat performa ekspor Jerman." Penjualan ke negara-negara UE meningkat 0,3 persen tahun ke tahun, sementara ekspor ke zona euro turun 0,4 persen. Impor dari UE meningkat 3,1 persen dan dari area euro naik 2,9 persen. Pengiriman ke negara-negara non-UE turun 0,4 persen tahun ke tahun, sementara impor meningkat 4,3 persen. Surplus neraca berjalan untuk bulan November sebesar EUR 21,4 miliar dibanding EUR 26,4 miliar pada tahun lalu. Para ekonom telah memperkirakan surplus sebesar 24,8 miliar. Indikator-indikator ekonomi saat ini telah menunjukkan risiko perekonomian Jerman untuk tergelincir ke resesi teknikal pada kuartal keempat 2018. Produksi industri turun untuk bulan ketiga dan pesanan manufaktur jatuh untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada November. Perekonomian Jerman merosot untuk pertama kalinya sejak awal 2015 pada kuartal ketiga dan dengan laju tercepat dalam hampir enam tahun, terutama karena ekpor dan penjualan mobil yang lemah. PDB turun 0,2 persen dalam satu kuartal, menandai penurunan terburuk sejak kuartal pertama 2013. Kemerosotan lainnya pada kuartal keempat akan menandakan negara tersebut telah tergelincir ke resesi teknikal, yang merupakan pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut. Resesi teknikal, jika terjadi, akan menjadi "seruan terakhir untuk meningkatkan investasi dan reformasi struktur", Brzeski mengatakan. Sementara itu, pasar tenaga kerja yang kokoh, kondisi finansial yang mendukung dan tanda-tanda peningkatan sektor kendaraan roda empat setelah lesu akibat pengalihan ke uji emisi WLTP, kemungkinan mendukung aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.